Kisah Keluarga di Sulawesi Selatan yang Harus Menggotong Jenazah Sejauh 60 Km Karena Tak Ada Biaya
Keluarga di Sulawesi Selatan ini harus menggotong jenazah dengan tandu sejauh 60 km.
Keluarga di Sulawesi Selatan ini harus menggotong jenazah dengan tandu karena tak ada akses dan mobil.
Selain itu, biaya pesawat yang mahal juga menjadi alasan keluarga di Sulawesi Selatan ini harus menggotong jenazah dengan tandu sejauh 60 km.
Daerah Rampi yang berada di Luwu Utara ini memang masih sangat terisolir.
Kecamatan Rampi menjadi daerah terisolir karena belum adanya infrastruktur jalan.
Warga harus melewati hutan belantara untuk menuju ke kota, begitu juga sebaliknya.
Warga biasanya hanya bisa mengandalkan ojek yang harus melewati tebing dan jalanan berlumpur.
Baca Juga : Banjir di Gowa Sulawesi Selatan Capai Atap Rumah, Warga Ramai-ramai Selamatkan Diri
Itupun dengan biaya yang sangat mahal.
Sementara itu, akses alternatif lainnya adalah pesawat perintis yang berukuran kecil.
Karena itu keluarga ini harus menggotong jenazah Ranti dengan tandu.
Dilansir Grid.ID dari tayangan Seputar iNews Siang, Ranti Tanta meninggal dunia di rumah sakit umum Andi Djemma Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Namun keluarga kesulitan untuk membawa jenazah pulang karena tidak adanya akses roda empat menuju tempat tinggal mereka.
Awalnya jenazah Ranti diantar dengan menggunakan mobil ambulans.
Namun akses ambulan hanya bisa mencapai desa terakhir yakni desa Bada, kecamatan Lare, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Satu-satunya alat transportasi yang paling cepat adalah menggunakan pesawat.
Namun mahalnya biaya pesawat membuat keluarga ini tak mampu membayarnya.
Dikutip Grid.ID dari YouTube Official iNews (11/2/2019), biaya pesawat di sana dipatok sebesar Rp 50 juta.
Menurut pengakuan Darto Dasinga, ia harus menggotong Ranti Tanta selama 14 jam lamanya.
"Estimasi waktu dari, kalau kita berangkat dari Bada sampai di Dodolo sekitar 14 jam, ujar Darto.
Mereka pun harus menggotong jenazah Ranti dengan susah payah melalui celah bebatuan dan tebing di hutan belantara.

0 Response to "Kisah Keluarga di Sulawesi Selatan yang Harus Menggotong Jenazah Sejauh 60 Km Karena Tak Ada Biaya"
Post a Comment